Article
Efektifitas Dan Stabilitas Handzanitaizer Mengkudu (Morinda Citrifolia) Terhadap Staphylococcus Aureus, Escherichia Coli Dan Trichophyton Rubrum Sebagai Upaya Pencegahan Terhadap Penyakit Menular
XMLKasus penularan penyakit oleh virus yakni COVID 19 membawa dampak luas pada seluruh lini masyarakat dunia. Angka kejadian berdasarkan data pertanggal 27 Maret 2020 menurut juru biacara Penanganan COVID 19 Achmad Yurianto yakni 1.046 positif Corona 46 orang sembuh, dan 87 orang meninggal dunia (Kumparanews, 2020). Penularan penyakit oleh mikroorganisme patogen penyebarannya terjadi karena kontak antar manusia yang banyak dilakukan yakni berjabat tangan. Pada saat ini berbagai macam produk yang mengandung antibakteri banyak diproduksi seperti sabun mandi, shampoo, cairan untuk mengepel lantai sampai handsanitaizer. Didalam produk tersebut terkandung bahan-bahan kimia yang dalam waktu singkat tidak memberikan dampak yang jelas yang dalam jangka panjang berdampak pada tubuh manusia. Pada pembuatan Handsanitaizer yang dijual dipasaran banyak mengandung senyawa triklosan atau triklokarbon yang tidak efektif untuk membunuh penyakit flu dan batuk. FDA melaporkan bahwa penggunaan produk antibakteri yang mengandung senyawa triklosan atau triklokarbon tidak seefektif dalam membersihkan tangan dibandingkan dengan produk yang bersifat alami tanpa zat tambahan kimia. Triklosan bila dipaparkan terlalu sering pada tubuh manusia menyebabkan gangguan fungsi otot kerangka dan jantung serta tangan dan kulit menjadi sensitive dan kering setelah 3 – 5 tahun. Adanya bukti bahwa mengkudu (Morinda citrifolia) mempunyai sifat antimikroba dari penelitian tahap I Mahtuti, 2018, dimana ekstrak mengkudu mampu menghambat dan membunuh bakteri pada konsentrasi MIC 5μL dan MBC 10μL. Dengan diketemukanannya kemampuan antimikrba ini maka dilanjutkan penelitian dengan membuat hansanitaizer dan mengujikan pada bakteri gram negatif dan jamur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas handsanitaizer Mengkudu (Morinda citrifolia) pada bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli. dan Trichophyton rubrum
Detail Information
| Item Type |
artikel
|
|---|---|
| Penulis | |
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | : ., |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright | |
| Doi |








