Skripsi
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SUPRAVENTRIKULAR TAKIKARDI (SVT) YANG AKAN DILAKUKAN TINDAKAN ABLASI JANTUNG DI RSUD dr. SAIFUL ANWAR PROVINSI JAWA TIMUR
XMLKecemasan adalah suatu kondisi keadaan mental, kepribadian, ketakutan, firasat, perasaan putus asa karena ancaman yang akan terjadi. Respons yang timbul kecemasan yaitu perasaan khawatir, gelisah, tidak tenang yang dapat disertai dengan keluhan fisik. Di dalam penelitian ini tindakan ablasi merupakan tindakan yang bersifat invasive yang membuat pasien timbul kecemasan. Teknik relaksasi Benson merupakan teknik relaksasi untuk menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi benson terhadap tingkat kecemasan pada pasien supraventrikular takikardia (SVT) yang akan dilakukan tindakan ablasi Di RSUD dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental design dengan pendekatan one group pre-test post-test only design. Populasi sebanyak 36 pasien dan sampel 30 responden secara total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2024. Instrumen menggunakan State Anxiety dari STAI (State-Trait Anxiety Inventory). Hasil Penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan perlakuan adalah kecemasan berat (40%), kecemasan sedang (40%), kecemasan ringan (20%). Sedangkan setelah diberikan perlakuan didapatkan hasil kecemasan berat (3,3%), kecemasan sedang (46,7%), kecemasan ringan (50%). Berdasarkan uji paired T test, hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kecemasan State sebelum dilakukan teknik relaksasi benson sebesar 53.70±13.46 dan setelah relaksasi menjadi 40.90± 8.16. Hasil paired T test menunjukkan nilai signifikans sebesar 0.000< (=0.05), dapat disimpulkan terdapat pengaruh dari perbedaan rata-rata skor kecemasan State sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi benson. Teknik relaksasi Benson menggunakan perpaduan teknik nafas dalam dan penggunaan kata yang diyakini, sehingga membuat tubuh menjadi rileks. Perasaan rileks merangsang hipotalamus menghasilkan hormone corticotropin-releasing factor (CRF) dan membuat kelenjar pituitary menghasilkan beta-endorpin yang membuat suasana hati menjadi tenang, sehingga menurunkan tingkat kecemasan.
Kata Kunci: Kecemasan, Tindakan Ablasi, Relaksasi Benson
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
Firmansyah Satria Nugraha - Personal Name
|
| Student ID |
2314314201217
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji |
Ns. Andi Surya Kurniawan, M. Kep - - Ketua Penguji
Ns. Achmad Dafir Firdaus, M. Kep - - Penguji 1 Reny Tri Febriani, STT, M.Kes - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
54201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Program Studi Sarjana Keperawatan
|
| Kontributor | |
| Bahasa | |
| Penerbit | StiKes Maharani Malang : STIKES MAHARANI MALANG LIBRARY., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
082
|
| Copyright | |
| Doi |








